3 Hal Penting dalam Final Artwork

Tulisan ini tidak dimaksudkan untuk membahasa final artwork secara komperehensif, namun hanya terbatas pada beberapa hal dalam final artwork yang sering terlupakan ketika client mengirim desain ke Percetakan Lima Warna. Hal tersebut acapkali mengakibatkan terhambatnya proses cetak karena harus direvisi terlebih dahulu dan biasanya berujung pada tergesernya jadwal cetak.

1. Bleed

Bleed adalah bagian area desain di luar garis potong yang berfungsi untuk mengantisipasi rendahnya tingkat akurasi pada saat hasil cetak dipotong/disisir. Untuk materi Below the Line (BTL) seperti brosur, poster, buku, flagchain dan sebagainya umumnya menggunakan bleed dengan toleransi minimal 3 – 5 mm. Bleed ini berguna untuk meminimalisir agar pada saat pemotongan kertas semua bagian desain secara utuh tidak berkurang dan sesuai dengan ukuran yang sebenarnya. Contoh: bila ukuran desain adalah A4 210 mm X 297 mm, maka ditambah bleed minimal 3-5 mm (standar eropa) pada setiap sisinya, jadi ukuran FA termasuk bleed adalah 216 X 303 mm. Ukuran bidang desain tetap 210 X 297 mm. Untuk materi Above The Line (ATL) seperti majalah atau tabloid yang menggunakan ukuran penuh (100%) tanpa ada pemisah antara garis potong dengan halaman lay out maka tetap di butuhkan bleed. Tanpa bleed, hasil cetak pasca finishing potong akan terlihat kurang rapi dengan bergesernya titik potong ke luar atau ke dalam desain akhir. Jika titik potong meleset keluar, maka akan terlihat area putih kertas, jika meleset ke dalam, maka area desain yang seharusnya tidak terpotong akan ikut terpotong. 

Selain itu untuk hasil maksimal dan lebih terlihat rapi, letak text, logo, gambar dan lainnya yang bukan berupa background sebaiknya berjarak paling tidak 5 mm dari garis potong agar tidak terlalu mepet keluar dan menghindari terpotongnya bagian tersebut.

ilustrasi bleed

Sebagai ilustrasi, gambar di bawah sebelah kanan adalah contoh hasil cetak yang disertai bleed sebelum dipotong, sementara gambar sebelah kiri setelah dipotong.

contoh bleed

2. Crop Marks

Tanda potong atau crop marks sangat membantu pada saat finishing potong. Hampir semua program aplikasi grafis telah memasang fasilitas pembuatan crop marks secara automatis. Namun apabli dilakukan dengan manula gunakanlah warna register untuk tanda ini C : 100 M : 100 Y : 100 K : 100, jika desain menggunakan dua elemen warna saja, maka gunakanlah 2 elemen tersebut, misalkan yang digunakan adalah magenta dan yellow, maka gunakanlah warna M : 100 dan Y : 100. Panjang garis cukup 3-6 mm dengan hairline.

3. Convert Font

Setelah desain dinyatakan final, convert/flaten lah semua font ke dalam format curve, hal ini untuk mengantisipasi missing atau incorect font ketika file dibuka di percetakan. Sebelum menconvert ada baiknya membackup dokumen tersebut, fungsinya ketika suatu saat ada perubahan masih ada file yang belum diconvert. Atau jika tidak ingin font tersebut diconvert, sertakan selalu font-font tersebut dalam satu folder tersendiri ketika file desain tersebut dikirim ke percetakan.





CATATAN

Jika kesulitan dalam melakukan hal di atas, sebaiknya tidak mengirimkan file berbentuk TIFF atau JPEG dan sejenisnya, kecuali menyertakan juga file asil pada saat desain dibuat (semisal adobe ilusrator, corel draw, freehand, photoshop atau lainnya).

-- ragil --

 

 

 


Home Artikel dan Esai 3 Hal Penting dalam Final Artwork

Berita dan Info

Artikel dan Esai